Ad image

Peringati Bulan Bung Karno, PAC PDIP Srono Gelar Turba Maraton di 3 Desa dan Bagikan Alatan Pertanian

Pemred Sigap88.news
5 Views
4 Min Read
Pengurus pac PDIP Srono bersama para petani

​BANYUWANGI, sigap88news -Memperingati Bulan Bung Karno, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Nanang Muslimin di dampingi sekertaris PAC Sulton Navi Ramadan,melakukan aksi turun ke bawah (turba) secara maraton pada Rabu Legi, 8 Juli 2026. Parpol berlambang banteng moncong putih ini menggelar kegiatan tasyakuran sekaligus menyerap aspirasi kaum tani di tiga lokasi berbeda dalam satu hari.

​Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru PAC PDI Perjuangan Kecamatan Srono untuk memperkenalkan diri, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat akar rumput, khususnya sektor pertanian.

​Agenda turba kemasyarakatan ini dimulai sejak pagi hingga sore hari dengan menyisir tiga dusun di tiga desa yang berada di wilayah Kecamatan Srono. Lokasi tersebut meliputi

​Dusun Plembangrejo Desa Wonosobo.
​Dusun Blangkon Desa Kebaman.
​Dusun Rimpis Desa Sumbersari.

​Sebagai bentuk kepedulian nyata, dalam rangkaian acara tasyakuran tersebut, PAC PDI Perjuangan Srono juga menyalurkan bantuan berupa peralatan pertanian untuk membantu produktivitas para petani setempat.

​Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Srono, Nanang Muslimin, menegaskan bahwa suksesnya acara maraton ini tidak lepas dari kuatnya soliditas internal partai dan antusiasme warga.

​“Kegiatan ini dapat terselenggara berkat upaya gotong royong dari Pengurus PAC, Ranting, hingga Anak Ranting, serta didorong oleh semangat luar biasa dari para petani dan tokoh masyarakat,” ujar Nanang.

​Nanang menambahkan, aksi ini merupakan langkah awal yang nyata bagi kepengurusan baru untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat. Melalui forum tasyakuran informal tersebut, pihaknya berhasil menghimpun berbagai catatan penting mengenai dinamika pertanian di lapangan.

​“Ini awal langkah kami untuk terjun langsung ke masyarakat. Petani merupakan Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Tidak hanya bersilaturahmi, kami juga mendapatkan poin penting, yakni mendengarkan dan mencatat langsung aspirasi serta keluh kesah petani di masing-masing wilayah,” tutur Nanang.

​Ia juga berjanji akan mengawal keluhan-keluhan tersebut ke tingkat kebijakan yang lebih tinggi. “Nantinya, apa saja hak-hak yang sekiranya belum mereka dapatkan secara maksimal akan kami kawal dan sampaikan,” tegasnya.

​Kehadiran jajaran pengurus baru PAC PDI Perjuangan Srono ini mendapat apresiasi hangat dari kaum tani. Warga mengaku bersyukur karena ada struktur partai politik yang mau turun langsung ke sawah dan pemukiman untuk mendengar serta memberi solusi.

​“Para petani sangat mengapresiasi kegiatan ini karena merasa kami hadir di tengah-tengah mereka. Di sinilah mereka bebas menyampaikan ide, aspirasi, serta keluhan yang selama ini dihadapi,” imbuh Nanang.

​Langkah PAC PDI Perjuangan Srono yang fokus merangkul sektor pertanian ini dinilai sangat segaris dengan pesan historis sang Proklamator sekaligus soko guru partai, Bung Karno. Dalam sebuah amanatnya yang terkenal, Bung Karno pernah menekankan betapa vitalnya peran petani bagi hidup-matinya sebuah bangsa.

​”Petani adalah Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Hidup dan matinya bangsa ini ada di tangan kalian, di sawah-sawah yang kalian tanam! Tanpa petani merdeka, tak ada kemerdekaan yang sempurna bagi Indonesia!”

​Dengan mengobarkan semangat Bulan Bung Karno tersebut, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Srono berkomitmen untuk terus mengawal kedaulatan pangan dan memperjuangkan kesejahteraan para petani sebagai pilar utama bangsa di ujung timur Pulau Jawa.(her)

TAGGED:
Share This Article