Banten, sigap88news – Pekerjaan Jalan Nasional di perbatasan Jawa Barat – Banten tepatnya di Jl. Raya Bayah – Cibareno Kecamatan Cilograng diduga Mangkrak. Proyek yang bersumber dari APBN tahun 2025 dengan total anggaran Rp 9.288.208.000,00 (9,2 Milyar) ini dikerjakan oleh Kontraktor CV. SURYA SARI PUTRA.

Berdasarkan informasi di lapangan, bahwa terhentinya aktivitas pekerjaan di Jalan Raya Bayah – Cibareno ini diduga kuat karena karyawan dan pekerja proyek belum menerima gaji dari pihak pelaksana, sehingga mereka meninggalkan pekerjaan begitu saja.
Beberapa pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah lebih dari satu bulan tidak mendapatkan upah. Kondisi ini membuat mereka memilih berhenti sementara hingga ada kejelasan dari pihak perusahaan.

“Sudah lama nggak ada kegiatan, teman-teman juga banyak yang pulang karena belum digaji hampir 2 bulan, kata salah satu pekerja.
Akibat dari terhentinya pengerjaan tersebut menghambat arus lalu lintas dan menimbulkan debu di area proyek saat panas dan licin disaat hujan. Bahkan, sering terjadi kecelakaan akibat pengerjaan yang belum selesai dan acak-acakan. “Saya berharap pihak terkait segera turun tangan agar proyek nasional ini bisa kembali berjalan,” ungkap sumber.
Melihat kondisi di lapangan, aktivis Lebak Selatan, Rizwan Comrade menuding pihak pelaksana tidak professional.
“Saya heran dengan anggaran milyaran yang di anggaran dari APBN tetapi pengerjaan mangkrak, yang akhirnya ini berakibat pada para pengendara yang lewat sering terjadi kecelakaan, apalagi hari ini tidak ada pekerja satupun di lapangan,” kata Rizwan Comrade kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Menurut Rizwan, jika ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi pelaksana/kontraktor terkait pengerjaan dengan anggaran begitu besar. Dia menduga kuat ada main mata atau kongkalingkong yang dilakukan oleh pihak pelaksana sehingga proyek mangkrak.
“Saya akan segera membuat laporan ke Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Banten agar proyek nasional ini tidak dikerjakan asal-asalan oleh pelaksana/kontraktor yang mengakibatkan proyek penanganan longsoran ruas Bayah – Cibareno tidak jelas atau mangkrak,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, wartawan belum dapat menghubungi pihak pelaksana proyek tersebut. (Red)



