Ad image

Tersangka Pencurian Hewan Meninggal Dunia di Bangkalan Usai Duel dengan Polisi

Pemred Sigap88.news
47 Views
3 Min Read

Bangkalan, sigap88news – Penggerebekan tersangka residivis kasus pencurian hewan di Bangkalan berjalan dramatis. Saat proses pengerebekan, pelaku menyerang polisi menggunakan senjata tajam (Sajam). Sehingga duel antara tersangka dan anggota pun tak terhindarkan, yang mengakibatkan satu polisi terluka sabetan, sementara tersangka meninggal dunia.

Aksi penggerebekan tersebut terjadi di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, kejadian tersebut terekam CCTV milik rumah warga. Dalam rekaman tampak dua polisi berlari sambil berteriak maling, mengejar seorang tersangka.
Sesaat, kemudian tersangka, berada di jalan buntu sehingga berbalik menyerang anggota menggunakam sajam jenis parang. Kemudian dua pria mengambil langkah mundur hingga terdengar letupan suara pistol.

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono membenarkan rekaman CCTV tersebut. Menurutnya dalam rekaman tersebut saat sejumlah personel opsnal satreskrim mengejar tersangka pelaku pencurian hewan.


“Insiden itu terjadi pada Sabtu Sekitar pukul 01:20 WIB dini hari, saat anggota kami mengejar tersangka yang berusaha kabur,” terang Hendro, Sabtu (13/12).

Insiden itu bermula ketika ada 9 anggota opsnal satreskrim Polres Bangkalan berusaha mengungkap kasus pencurian Hewan. Ada tiga tersangka yang menjadi sasaran polisi, yang diduga sering mencuri hewan ternak milik warga.


“Dari tiga teraangka satu orang dengan inesial AM merupakan residivis kasus serupa, pernah tercatat di Mapolres Bangkalan pada 2020,” terangnya.

Pada saat penggerebakan, tersangka AM melarikam diri, namun saat dikejar AM berbalik menyerang anggota polisi, menggunakan parang. Sehingga polisi terpaksa melayangkan timah panas pada kaki sebelah kiri tersangka.

“Sebelum ditembak, anggota sudah memberikan tembakan peringatan, namun tetap menyerang,” ungkapnya.

Akibat dari peritiwa itu satu anggota harus dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan usai kena sabetan di bagian perut, pinggan dan lengan. Sementara AM meninggal dunia, diduga karena kehabisan darah usai betis kirinya terima tiga timah panas.


“Pelaku membawa 2 sajam, dan enggan menyerah. Sehingga terpaksa kami lumpuhkan dengan tindakan tegas terukur, dan akhirnya pelaku lemas dan anggota kami mengamankan dan segera membawa ke Rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” paparnya.

Dari tiga tersangka, selain AM polisi mengamankan Rekanya dengan insial Z. Sememtara satu orang berinisial S masih melarikan diri.


“Satu orang masih dalam pengejaran polisi. Sementara pelaku Z sudah diamankan dan ditindak lanjuti,” pungkasnya. (mam)

TAGGED:
Share This Article