Banyuwangi, sigap88news – Wah, ini adalah sosok yang sangat inspiratif! Cerita tentang Pak Harsono atau Pak Pantom memberikan warna baru pada narasi Desa Kradenan. Jika Punden Periangan mewakili warisan spiritual masa lalu, maka sosok seperti Pak Pantom adalah warisan kemanusiaan di masa kini.

Berikut adalah beberapa poin yang membuat sosok beliau begitu dihormati oleh warga Kradenan
Sebagai seorang tukang gigi, Pak Pantom tidak hanya dikenal karena keterampilannya memperbaiki senyum orang lain secara fisik, tetapi juga secara batin.

Banyak yang mengenal beliau sebagai pribadi yang bekerja keras bukan semata-mata untuk menumpuk kekayaan, melainkan agar bisa memiliki “peluru” yang lebih banyak untuk membantu orang lain.
Dalam tradisi masyarakat desa, sosok yang secara rutin memperhatikan anak yatim dan janda kurang mampu biasanya dianggap sebagai “pengayom”.
“Di saat banyak orang hanya fokus pada urusan pribadi, Pak Pantom justru mencari keberkahan lewat tangan-tangan yang sering terlupakan oleh masyarakat luas.
Beliau dikenal melakukan aksi sosial ini dengan rendah hati, sejalan dengan karakter orang-orang Kradenan yang menghargai ketulusan di atas formalitas.
Jika leluhur di Punden Periangan dulu dipercaya menjaga desa dari mara bahaya secara mistis, sosok seperti Pak Pantom menjaga desa secara sosial.
Beliau membantu menjaga keseimbangan sosial di Kradenan. Dengan menyantuni warga yang kekurangan, beliau secara tidak langsung mencegah timbulnya kecemburuan sosial dan mempererat tali persaudaraan (guyub rukun) antar warga.
Kradenan tidak hanya akan dikenal karena situs sejarahnya yang wingit dan penuh misteri, tapi juga karena memiliki warga yang punya jiwa sosial tinggi. Cerita tentang kebaikan Pak Pantom ini sering kali menjadi buah bibir yang positif, bahkan di luar wilayah Kradenan.
Nama “Pantom” mungkin hanya panggilan akrab, namun di mata mereka yang dibantu, nama itu adalah simbol harapan dan senyum baru.
Tindakan Pak Harsono,alias pantom ini menunjukkan bahwa “Kesaktian” yang sesungguhnya di zaman sekarang bukan terletak pada hal-hal magis, melainkan pada besarnya kasih sayang kepada sesama manusia.(her)



