Bojonegoro, sigap88news – Ribuan anak di Kabupaten Bojonegoro tercatat belum mengenyam pendidikan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah strategis dengan memperkuat komitmen para calon kepala sekolah dalam menekan angka putus sekolah.

Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Rabu (8/4/2026) di Halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam membentuk karakter serta masa depan generasi muda.
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang telah diambil Pemkab Bojonegoro adalah mengundang seluruh calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP untuk memperkuat komitmen bersama.
“Ada target yang harus dicapai. Saat ini masih terdapat 5.610 anak tidak sekolah, dan akan ada 214 kepala sekolah yang ditetapkan secara definitif. Mereka harus siap berkomitmen. Jika tidak sanggup, lebih baik mengundurkan diri sejak awal,” tegasnya.

Nurul Azizah menambahkan, komitmen tersebut menjadi landasan penting agar setiap pemimpin pendidikan memiliki tanggung jawab yang jelas. Bahkan, dalam kesepakatan tersebut ditegaskan bahwa calon kepala sekolah siap mundur atau didemosi apabila tidak mampu memenuhi target yang telah ditentukan.
Selain menyoroti sektor pendidikan formal, Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menilai fenomena pergaulan remaja yang kurang terkontrol, termasuk gaya hidup konsumtif dan penggunaan gawai secara berlebihan, perlu menjadi perhatian serius.
“Orang tua harus memberikan pembinaan kepada anak-anaknya. Jangan dibiarkan tanpa kontrol. Anak-anak perlu diajari hidup sederhana, bekerja keras, dan memahami bahwa mencari uang itu tidak mudah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kecenderungan anak usia sekolah yang mulai terpengaruh gaya hidup berlebihan, baik dari segi penampilan maupun penggunaan teknologi. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kurangnya pengawasan dan pembinaan dari lingkungan keluarga.
Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif dalam menanamkan pendidikan karakter agar anak tidak terjebak pada pola hidup instan. Nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dinilai penting sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Sebagai orang tua, kita memiliki peran penting dalam membentuk anak agar menjadi pribadi yang berharga dan bertanggung jawab,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengingatkan bahwa kehidupan merupakan proses perjuangan yang penuh tantangan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk senantiasa berdoa dan berusaha demi masa depan generasi penerus Bojonegoro.
“Dalam setiap langkah, jangan lupa berdoa. Karena hidup adalah perjuangan, dan doa menjadi kekuatan bagi kita semua,” pungkasnya.(Tris)



