SAMPANG, sigap88.news – Pengurus Cabang Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) An-Nahdliyah Team Rato Ebuh Sampang bekerja sama dengan pihak Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sampang mengadakan Terapi Qur’ani (Ruqyah Massal) pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini mendapat izin dari Bapak Gus Yanto selaku Kepala Rumah Tahanan dan Bapak Hamim selaku Kepala Subsie Pelayanan Tahanan, melalui koordinasi RK. Muafi Al-Fahris selaku Koordinator Pelaksana dengan Bapak Ali Yunus selaku Bagian Pembinaan Kemandirian dan Kepribadian.
Sekitar 100 orang warga binaan mengikuti acara sebagai marqi/pasien. Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 15 orang praktisi JRA. Susunan acaranya meliputi Pembukaan, Sholawat Syarofal Anam, Sambutan-sambutan, Proses Ruqyah, dan Do’a.

Sambutan Koordinator Pelaksana
Dalam sambutannya, RK. Muafi Al-Fahris selaku Koordinator Pelaksana yang menjabat sebagai Sekretaris II di PC. Jam’iyyah Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah Team Rato Ebuh Sampang menyampaikan terima kasih kepada pihak Rutan.
“Pertama, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak rumah tahanan karena sudah diberikan waktu untuk mengisi dakwah melalui program ruqyah di sini. Kami memohon maaf jika nanti ada kekurangan atau belum maksimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Jam’iyyah Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah merupakan sayap dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ (LDNU). “Ini adalah lembaga dari NU,” tegas Ra Afi, sapaan akrabnya.
Penjelasan Tentang Ruqyah
Ra Afi menjelaskan bahwa ruqyah bukan hanya untuk orang kesurupan. “Ruqyah itu adalah pengobatan segala macam penyakit dengan ayat-ayat Al-Qur’an, sholawat, dan do’a. Penyakit itu ada 3:
- Penyakit Medis: berhubungan dengan kedokteran seperti darah tinggi, asam urat, kolesterol.
- Penyakit Non Medis: seperti gangguan jin, sihir, dan santet.
- Penyakit Psikis: biasanya karena trauma, ketakutan, kecanduan, dan lainnya.
Tiga macam penyakit ini, dengan izin Allah, akan sembuh dengan ruqyah/terapi Qur’ani,” jelas Ra Afi.
Reaksi Warga Binaan Saat Ruqyah
Pada saat proses Terapi Qur’ani yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Rofiq dan Ust. Moh. Siri, banyak warga binaan yang bereaksi muntah dan berteriak. Hal ini menunjukkan adanya respons dari penyakit yang keluar.
Tanggapan Pihak Rutan
Bapak Ali Yunus selaku Petugas Bagian Pembinaan, Kemandirian, dan Kepribadian Rutan Kelas IIB Sampang menyampaikan bahwa Terapi Qur’ani (Ruqyah) Massal merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. “Ke depannya, kegiatan ini bisa dijadikan kegiatan rutin, bergantian dengan program dari bagian Dakwah Al-Wafa, yaitu program Ruqyah, Ngaji Kitab, Tahlilan, dan acara keagamaan lainnya,” ujarnya.
“Alhamdulillah, antusias sekali warga binaan Kelas IIB Sampang. Kegiatan ini sangat positif, baik untuk pengobatan medis, non medis, maupun psikis. Mereka memang memerlukan itu,” tambahnya.
“Alhamdulillah mereka menyambut dengan baik dan melaksanakan dengan khusuk serta tertib,” imbuhnya.
Tanggapan Warga Binaan
Salah satu warga binaan berinisial ER yang turut mengikuti ruqyah massal mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya.
“Alhamdulillah, acara sangat positif, sangat bagus. Kami sebagai warga binaan sangat gembira ada acara seperti ini. Mudah-mudahan kami sembuh dari segala macam penyakit, baik penyakit luar maupun dalam. Mudah-mudahan juga dibukakan pintu taubat untuk kami dan mendapatkan ampunan serta ridho dari Allah SWT,” kata ER.
Ia juga menegaskan bahwa antusiasme warga binaan terhadap kegiatan tersebut sangat besar. “Antusiasnya sangat besar dan kami berharap acara seperti ini diadakan lagi,” tutupnya.
Program Rutin
Acara Ruqyah Massal ini merupakan program PC. Jam’iyyah Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah Team Rato Ebuh Sampang. Biasanya diagendakan di masjid-masjid dan tempat pendidikan, namun kali ini bekerja sama dengan pihak Rumah Tahanan Kelas IIB Sampang.
Kegiatan ruqyah massal ini diharapkan menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus pengobatan nonmedis bagi warga binaan, sejalan dengan program pembinaan kepribadian yang rutin dijalankan di Rutan Kelas IIB Sampang. (red)



