Jakarta, sigap88news – Gerbong mutasi kembali bergulir di tubuh TNI, sejumlah jabatan strategis di lingkungan institusi pertahanan negara itu diserahterimakan dalam sebuah acara sertijab yang dipimpin Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subianto di aula Gatot Subroto, Mabes TNI, pada Kamis (21/5/2026).

Di antara jabatan yang dirotasi oleh Panglima TNI salah satunya adalah Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) TNI, dari Brigjen TNI Hendri Wijaya, S.E. kepada Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han.
Sebelumnya, Kolonel Inf Lukman Hakim menduduki jabatan sebagai Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma (WK), sebuah komando teritorial TNI yang berada di bawah naungan Kodam IV/Diponegoro.

Nantinya, pangkat alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1999 itu bakal naik satu tingkat alias pecah bintang menjadi brigjen TNI. Hal itu lantaran, jabatan Kapusdalops TNI wajib diemban oleh perwira tinggi (pati) TNI berbintang satu.
Merujuk Peraturan Presiden (Perpres) nomor 84 tahun 2025 tentang perubahan atas Perpres 66 tahun 2019 tentang susunan organisasi Tentara Nasional Indonesia, Pusdalops TNI merupakan unsur pelayanan di lingkungan Mabes TNI bersama dengan Satkomlek TNI, Setum TNI dan Denma Mabes TNI. Keempatnya dipimpin oleh pati TNI bintang satu.
Pusdalops yang berada di bawah kendali Staf Operasi (Sops) TNI, pengorganisasiannya diorkestrasi oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Institusi ini juga berfungsi sebagai urat nadi komunikasi yang memastikan setiap langkah operasi dan kesiapsiagaan militer berjalan dengan lancar dan terpusat.
Sebagai informasi, selain Kapusdalops, Panglima juga mengganti Kapuspen TNI dari Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada Brigjen TNI Muhammad Nas, S.I.P., M.Si., berikutnya, Kapuskersin TNI dari Laksma TNI Donny Suharto, SH., M.Tr.Opsla., kepada Kolonel Inf Perry Sandhi Sitompul.
Selanjutnya, jabatan Kapusinfolahta TNI juga turut disertijabkan dari Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko kepada Brigjen TNI Heldi Wira, S.I.P., M.Si.
Dalam keterangan resminya, Puspen TNI menyampaikan serah terima jabatan di lingkungan TNI merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan personel guna menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
“Melalui regenerasi kepemimpinan yang berjalan secara berkesinambungan, diharapkan setiap satuan mampu terus beradaptasi dengan dinamika tugas dan tantangan strategis yang terus berkembang,” bunyi rilis resmi Puspen TNI yang dibagikan kepada sejumlah media. (***)



