Jakarta, sigap88news – Koalisi Mahasiswa Madura (KMM) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk segera memanggil dan memeriksa Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, atas dugaan jual beli titik dapur MBG di wilayah Madura.

Korlap Aksi KMM, Muhammad Imam, menyatakan bahwa aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah konkret dalam dugaan kasus tersebut.
Kata imam, fraksi PAN tersebut memiliki tanggung jawab moral dan politik sebagai pejabat publik untuk memberikan klarifikasi secara terbuka agar polemik ini tidak berlarut-larut.

“Kejaksaan Agung tidak boleh diam. Kami mendesak agar Slamet Ariyadi segera dipanggil dan diperiksa. Publik membutuhkan kepastian hukum, bukan pembiaran,” ujar Imam kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Lebih tegas, Imam juga mengingatkan Kejagung agar tidak ragu dalam menindak pejabat negara. Ia menilai, lambatnya respons penegak hukum dapat memicu persepsi negatif di masyarakat bahwa ada perlakuan khusus bagi pihak yang memiliki kekuasaan politik
Selain itu, KMM menyoroti posisi Slamet Ariyadi di parlemen yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan. Isu keterlibatan oknum DPR dalam pengaturan proyek terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dinilai sangat mencederai integritas lembaga legislatif.
“DPR memiliki fungsi pengawasan, bukan menjadi pihak yang diduga ikut bermain dalam program yang seharusnya mereka awasi. Jika dugaan itu benar, ada potensi benturan kepentingan yang merusak kepercayaan masyarakat,” lanjut Imam.
KMM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menuntut transparansi penuh karena program tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas dan menggunakan anggaran negara, dan menyatakan bahwa tidak boleh ada satu pun pihak yang kebal hukum di Indonesia. (red)



