BANYUWANGI, sigap88news – Fenomena serangan hama tikus yang kian masif belakangan ini kian meresahkan sektor pertanian di Kabupaten Banyuwangi. Guna menyikapi ancaman gagal panen yang meluas, ratusan warga Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, menggelar aksi massal pembasmian tikus atau yang akrab dikenal dengan istilah gropyokan (penggrosokan).

Melalui inisiasi Kelompok Tani (Poktan) Serayu, masyarakat setempat bahu-membahu memburu hama pengerat tersebut secara manual. Dengan membawa berbagai peralatan seadanya mulai dari kompor tikus (belerang), parang, pentungan, hingga cangkul, warga menyisir setiap sudut area persawahan yang menjadi sarang tikus.
Ketua Kelompok Tani Serayu, Suparno, mengungkapkan bahwa kondisi serangan tikus pada musim ini sudah berada dalam tahap yang sangat luar biasa dan mengkhawatirkan. Menurutnya, dampak dari serangan ini telah memicu kerugian finansial yang sangat besar bagi para petani setempat.

“Kami para petani sangat resah dengan adanya hama tikus yang luar biasa ini. Kasihan teman-teman petani, hasil panennya merugi banyak, bahkan ada yang tidak bisa panen sama sekali.ujar Suparno saat ditemui di sela-sela kegiatan pembasmian.
Suparno menambahkan, keganasan hama tikus kali ini tidak hanya menyasar tanaman pangan utama seperti padi dan jagung, melainkan sudah mulai bermigrasi dan merusak komoditas hortikultura serta perkebunan andalan warga lainnya.
”Tikus-tikus ini sekarang sudah mulai merambah dan merusak tanaman lain seperti cabai, buah naga, dan beberapa jenis tanaman lainnya. Ini sangat berbahaya jika dibiarkan,” jelasnya tegas.
Melalui gerakan swadaya dan aksi gotong royong berskala besar ini, pihak kelompok tani berharap populasi tikus dapat ditekan secara signifikan sebelum memasuki masa tanam berikutnya.
”Harapan kami, dengan adanya kekompakan dan soliditas masyarakat dalam membasmi hama tikus hari ini, para petani bisa menyelamatkan lahan mereka dan mendapatkan hasil panen maksimal seperti yang kita harapkan bersama,” pungkas Suparno.
Aksi tanggap darurat yang melibatkan ratusan warga ini diharapkan juga mendapat perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian setempat, baik dalam hal bantuan stimulan obat-obatan maupun edukasi manajemen pengendalian hama terpadu ke depannya.(her)



