Ad image

AMBAS Tolak Rencana Kedatangan Jokowi ke Banten Selatan

Pemred Sigap88.news
18 Views
2 Min Read
Poto: AMBAS diskusi menolak kedatangan Jokowi ke Banten Selatan

Banten, Sigap88.News – Aliansi Muda Banten Selatan (AMBAS) secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, ke wilayah Provinsi Banten pada 10 September 2026, khususnya ke wilayah Banten Selatan.

‎Sikap tersebut disampaikan Koordinator AMBAS, Haes Rumbaka, dalam diskusi terbatas di Sekretariat AMBAS, Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (09/09/2026).

‎Haes menyoroti agenda kunjungan yang dikaitkan dengan kegiatan tradisi adat Keceran Mande Macan Guling. Menurutnya, simbol dan warisan budaya lokal Banten tidak seharusnya diinstrumentalisasi untuk kepentingan politik praktis.

‎”Kami dari AMBAS secara tegas menolak rencana kedatangan Bapak Jokowi. Kebudayaan Banten bersifat sakral dan merupakan warisan leluhur. Simbol tradisi seperti Keceran tidak boleh dimanfaatkan atau dieksploitasi hanya untuk kepentingan panggung politik pihak-pihak tertentu,” ujar Haes di hadapan pengurus dan relasi AMBAS.

‎Selain mengkritisi potensi komodifikasi budaya, Haes juga menyoroti kondisi kebencanaan yang tengah dihadapi Provinsi Banten.

‎Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status Siaga Level III. Peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, menurutnya, harus menjadi prioritas utama seluruh elemen masyarakat dan tokoh publik, bukan dengan menggelar keramaian yang berpotensi menimbulkan aglomerasi politik.

‎”Provinsi Banten saat ini tengah menghadapi situasi prihatin. Gunung Anak Krakatau berstatus siaga dan masyarakat pesisir mengalami kecemasan terkait keselamatan. Pada situasi kebencanaan seperti ini, tidak tepat apabila terdapat agenda yang berpotensi menimbulkan mobilisasi massa dalam rangka manuver politik di wilayah Serang,” tegasnya.

‎AMBAS menilai, empati dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana lebih dibutuhkan dibandingkan pengerahan massa untuk kepentingan figur politik.

‎”Seharusnya seluruh pihak berfokus pada upaya bantuan kemanusiaan, mitigasi bencana, dan memastikan keselamatan masyarakat di daerah rawan bencana. Untuk itu kami kembali menegaskan agar kesakralan budaya Banten dijaga serta perasaan masyarakat yang tengah waspada terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dihormati,” pungkas Haes. (Red)

TAGGED:
Share This Article