
Oleh : Imam Sanusi, M.Pd.

“Nyelekit” (Jawa) berarti ucapan yang membuat sakit hati, nyeri atau perih. Dalam KBBI nyeklekit berarti menyakitkan hati. Memasuki tahun kedua, Presiden Prabowo masih sering melontarkan kata-kata nyelekit untuk merespon kritik (menyerang balik) pemerintahannya.
Narasi nyelekit Presiden Prabowo dilontarkan pada saat pidato acara kenegaraan atau memberikan arahan pada acara Parpol, Ormas maupun acara keagamaan. Di dunia maya banyak beredar narasi pilihan yang dilotarkan Presiden Prabowo untuk membalas kritik dari para tokoh, politikus dan pakar yang berseberangan. Kadang kala melontarkan narasi sambil menjulurkan lidah, sehingga terkesan “ngenyik atau menyepelekan” pihak tertentu.

Di media sosial beredar kumpulan narasi nyelekit Presiden Prabowo antara lain “ndasmu, brengsek, bajingan, nyenye-nyenye, anjing, emang gue pikirin, kabur aja, londo ireng, dan goblok”. Beberapa narasi ini diucapkan Presiden Prabowo sebagai serangan balik kepada para pengkritiknya. Di era digital narasi-narasi nyelekit tersebut cepat menyebar, cepat mendapat respon dan mudah dimudifikasi. Kecuali narasi londo ireng sampai sekarang belum ada klarifikasi dari istana maksud masing-masing narasi.
Ketika Presiden Prabowo menyampaikan narasi-narasi nyelekit, di dalam gedung mendapat tepuk tangan riuh oleh para pendukung, tetapi di luar gedung dan dunia maya mendapat respon negatif dan menjadi bahan lelucon. Dan … Presiden Prabowo nampak sangat menikmati tepuk tangan audien pada setiap narasi nyelekit diucapkan. Mungkinkah penggunaan narasi nyelekit oleh Presiden Prabowo disebabkan emosi yang tidak stabil, usia, pengalaman, kepribadian, ekpektasi masyarakat yang terlalu tinggi, merasa sudah banyak berbuat tapi masih banyak kritik, tekanan global dan tekanan ekonomi ?.
Sebagai panutan dari 288.315.089 rakyat Indonesia, Presiden Prabowo perlu arif dan bijaksana memilih narasi. Ada baiknya kedepan Presiden Prabowo mulai memikirkan untuk menggunakan slogan PT. Pegadaian “mengatasi masalah tanpa masalah” dalam membalas kritik agar kondisi tidak memanas dan lucu-lucuan tentang Presiden Prabowo di media sosial sirna.
*) Penulis : Pengurus PC. LP Ma’arif Kabupaten Sampang.



