Sampang, sigap88news.com – Bupati Sampang H Slamet Junaidi, meresmikan beroperasinya Dapur Makanan Bergizi (MBG) yang dikelola oleh Yayasan KEMAS Foundation, Selasa (9/9/2025).

Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memastikan anak-anak usia sekolah, Ibu Hamil dan Belita mendapatkan asupan gizi yang memadai.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi NasDem H. Agus Wahyudi dan Jajaran Forkopimda dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati Sampang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas peran yayasan yang telah berinisiatif menghadirkan dapur bergizi gratis di daerah.
Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pemerintah pusat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam mencetak generasi emas Indonesia. Diketahui Sampang sendiri membutuhkan 93 dapur untuk memenuhi kebutuhan siswa.
“Target nasional masih jauh, termasuk di Sampang. Kehadiran dapur MBG sangat penting untuk memastikan anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan gizi yang baik, Sampang membutuhkan 93 dapur MBG, yang beroperasi hanya 30 Dapur yang berizin belum beroprasi 45 dapur masih kuran 18 Dapur lagi “ungkap Bupati Sampang.
Menurutnya, Jika berjalan optimal, program ini bukan hanya membantu kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi Daerah.
Dalam kesempatan yang sama Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar mengatakan, bahwa program ini akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga perbedaan kebiasaan konsumsi masyarakat.
“Karena itu, ia meminta semua pihak bersinergi mendukung, memberikan masukan, dan tidak mudah terjebak dalam persoalan teknis,”tuturnya.
Pihaknya siap memberikan dukungan penuh agar dapur MBG dapat berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Sementara, jubir Ketua Yayasan KEMAS Dr. H. Ach. Fauzan Adhima, SH., M.Kn, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MBG hadir melalui perjuangan panjang dan didasari semangat tulus membantu masyarakat kecil.
Fauzan menekankan bahwa dapur MBG bukan sekedar tempat memasak, melainkan wadah gotong royong dan kasih sayang. dapur tersebut mampu melayani ribuan penerima manfaat.
Kehadiran dapur ini diyakini tidak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan hasil pertanian setempat. (ari)



