Bangkalan, sigap88news – Adanya temuan menu Makan Bergizi Geratis (MBG) basi dan berulat di Bangkalan memantik wali siswa was-was. Sehingga sejumlah orang tua murid di Kabupaten Bangkalan, membuat pernytaan menolak program MBG.

Usai viralnya adanya siswa keracunan di sejumlah daerah di Indonesia. Ditambah lagi adanya menu MBG basi dan berulat di Kabupaten Bangkalan membuat salah saru wali siswa di kota salak dengan tegas mengatakan alasan menolak program MBG di kota salak.
“Saya setuju dengan adanya penolakan program MBG. Sebagai bentuk keritik kepada program andalan presiden Prabowo Subianto,” Terang seorang wali siswa di Bangkalan Mathur Husairi, Kamis (2/10).

Eks Anggota DPR Provinsi Jatim mejelaskan, penyediaan menu MBG di setiap SPPG di Kabupaten Bangkalan perlu di evaluasi. Pasalnya beberapa kali kejadian adanya menu basi dan berulat yang dikhawatirkan mengancam kesehatan para sisiwa.
“Saya sebagai orang tua, sebenarnya mendukung program MBG itu. Tapi dengan beberpa kejadian penydiaan makanan yang tidak layak konsumsi,” terang Mathur Menurutnya, penydiaan menu MBG seharuanya sesuai dungaan standart pemenuhan gizi.
Namun tidak sedikit SPPG di Bangkalan menydiakan menu yang dinilai tidak layak konsumsi.
“Maskipun di setiap SPPG sudah ada ahli gizinya, namun masih ada menu yang bisa basi dan ada ulatnya,” paparnya.
Penolakan program MBG itu sebagai bentuk keritikan, diharapkan program terswbut dapat di laksanakan dengan profesional dan lebih diperketat. Sesuai dengan SOP dari BGN.
“Karena saya tahu, disetiap SPPG ada ahli gizi, akunting dan menejer. Selama itu dipenuhi saya selaku wali siswa akan mendukung ini,” pungkasnya. (mam)



