Sampang, sigap88news – Pada peringatan Puncak Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Kabupaten Sampang yang digelar Oleh PC NU Sampang bertempat di Alun – Alun Trunojoyo, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Dr. KH. Reza Ahmad Zahid kompak sindir Perusak Fasilitas Umum (Fasum).

Orang nomor wahid di Kabupaten Sampang ini (Bupati) H. Slamet Junaidi, mengatakan, Aksi Demonstrasi dan Aksi Merusak Fasum, harus dibedakan, pasalnya, Demonstrasi merupakan salah Fungsi Kontrol Baginya sah – sah saja, tetapi merusak bukan wujud dari penyampaian pendapat.
“ Izin Gus Reza (Sapaan Akrab dari Dr. KH. Reza Ahmad Zahid), sebelum dirusak Fasilitas Umum Alun – Alun Trunojoyo megah dan Indah, tapi saya yakin Perusakan Fasum Bukan Orang Sampang, jika orang sampang pasti akan memelihara keindahan Sampang ini “ katanya. Jumat Malam (31/10/2025).

Bupati Sampang ini juga, pas ada acara tersebut ada Kapolres Sampang AKBP. Hartono, S.Pd., MM, bertanya “ apakah pak Kapolres bisa menangkap pelaku perusak Fasilitas Umum ? “ spontan Kapolres Sampang menjawab “ Siap “.
“ Pembangunan Alun – Alun Trunojoyo merupakan hasil dari efisiensi anggaran dari semua OPD, yang merupakan uang Masyarakat Kabupaten Sampang, sehingga bisa membangun Alun – Alun ini, dan menjadi Icon Sampang itu sendiri “ terangnya.
Saat Gus Reza menyampaikan Tausiahnya, santri dicetak bukan menjadi pengkhianat, tetapi kesetiaan kepada Negeri Ini, santri akan selalu mengukir sejarah, terdahulu ikut serta memerdekakan bangsa, dan mengisi kemerdekaan, saat ini juga santri harus ikut serta mengisi kemerdekaan.
“ Pak Bupati kami pastikan aksi kemarin yang merusak pasti bukan santri, santri itu menjadi rahmat penyejuk dimanapun dia berada “ tutupnya. (red)



