Ad image

Santri Ta’dzim Kiai Bukan Perbudakan

Pemred Sigap88.news
323 Views
3 Min Read

Sampang, sigap88news – Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang telah memperingati puncak Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Alun – Alun Trunojoyo Sampang, sangat meriah dan Mendatangkan Mubalig Kondang Wakil Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. KH. Reza Ahmad Zahid.

Tak hanya itu, hadir pula, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi NasDem H. Agus Wahyudi, Kapolres Sampang AKBP. Hartono, S.Pd., MM, dan Dandim 0828/Sampang Letkol Czi. Dika Catur Yanuar Anwar, ST.

Bintang tamu vokalis kondang Lora Nizar Ali juga ikut serta memeriahkan semarak peringatan Hari Santri Nasional 2025, sehingga para santri dan tamu undangan terkesima dalam acara tersebut dengan penuh hikmat.

Dalam sambutanya, KH. Itqon Busiri Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang, memperingati Hari Santri Nasional ini bukan hanya acara seremonial semata, melainkan tonggak sejarah dalam kemerdekaan Indonesia.

“ Dengan dikeluarkannya Fatwa Resolusi Jihad oleh Kiai Haji Hasyim Asyari, maka sejarah membuktikan, para Kiai dan Santri mampu membentengi negeri ini dan mempertahankan Negara Indonesia “ ucapnya.

Disamping itu, acara tersebut juga dilaksanakan pembacaan Ikrar Santri Nusantara, yang menggemuruh seluruh santri dan undangan yang hadir pun ikut membacakan Ikrar tersebut.

Berikutnya, Sambutan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan, dirinya bangga menjadi bagian dalam acara Hari Santri Nasional tersebut, santri tidak diragukan lagi dalam kesetiaannya membela tanah air Indonesia.

“ Kami Pemerintah Kabupaten Sampang mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2025, kami bangga terhadap santri, kesetian dan keteladanan santri tidak diragukan lagi kepada Negeri ini, maju teru Santri dan Jayalah selalu “ katanya.

Dr. KH. Reza Ahmad Zahid mengungkapkan, dengan Kumandangnya Bung Tomo kata “ Bismillah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar “ kata – kata tersebut merupakan Ijazah amalan dari Kiai, maka tak heran katanya semau berbondong – bondong untuk ikut mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

“ Bahasa yang dikeluarkan Bung Tomo, itu merupakan amalan, tentu itu pasti dari Kiai, maka semua yang mendengarnya kiai, santri, semua lapisan masyarakat bahu membahu keluar dari rumah untuk bersama – sama mempertahankan kemerdekaan “ terangnya.

Maka kata Gus Reza sapaan akrabnya, Kiai tidak lepas dengan santri, kerana juga pernah menjadi santri, maka kata dia sebagai wujud menghormati gurunya (Kiai) sudah dilakukan sebelumnya pula.

“ Santri Ta’dzim Kiai Bukan Perbudakan “ tutupnya. (red)

Share This Article