Ad image

Kecam Keras Madas, Tokoh Blateran Madura Serukan Madas Dibubarkan

Pemred Sigap88.news
58 Views
2 Min Read

Bangkalan, sigap88news – Dugaan keterlibatan ormas Madura asli (Madas) terhadap insiden pengusiran nenek Elina oleh sekelompok orang di Surabaya, mendapat respon keras dari tokoh blateran Madura, di bangkalan Jawa Timur. Bahkan karena dianggap memberi citra sangat buruk bagi madura, ormas yang membawa nama kesukuan tersebut, diserukan membubarkan diri saja, jika tidak bisa membina para anggota nya.

Hal tersebut dinyatakan langsung oleh salah satu tokoh blateran Kabupaten Bangkalan, Soleh Abdi Jaya. Ia menilai prilaku ormas tersebut benar-benar tidak mencerminkan sikap orang Madura.

Tokoh Blateran Bangkalan, Soleh Abdi Jaya berharap permasalahan tersebut segera selesai. Sebagaimana yang menjadi keinginan dan kesepakatan para tokoh masyarakat Madura.  
“Saya berharap agar semua dievaluasi, semua ormas yang mengatasnamakan suku Madura tentu punya tanggung jawab besar agar menjaga citra dan nama baik suku Madura,” ungkap Soleh di hadapan sejumlah awak jurnalis, Selasa (30/12).

Sholeh menambahkan, membangun citra Madura sangat penting. Mengingat banyak warga Madura tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga tidak mendapatkan dampak akibat perilaku oknum tertentu.
 “Kasihan warga Madura di perantauan yang tidak mengerti apa-apa tapi akhirnya mendapatkan dampak luar biasa akibat perilaku oknum yang sebenarnya tidak tahu sejarah Madura, terutama kaitannya dengan suku Jawa,” tegasnya

Pria asal Kecamatan Geger itu mengingatkan, pentingnya bagi generasi untuk belajar tentang sejarah Madura, asal muasal Madura, peradaban di Madura seperti apa. Sehingga menjadikan motivasi dalam upaya menjaga peradaban Madura sebagaimana yang diperjuangkan para tokoh leluhur Madura.

Seperti Trunojoyo, Arya Wiraraja, hingga Sakera serta para tokoh leluhur yang patut dibanggakan Madura karena ada kaitannya dengan peradaban Jawa.
“Sebenarnya Jawa dan Madura satu rumpun, saya meyakini darah yang mengalir di tubuh saya ada darah dari Pulau Jawa karena nenek moyang saya dari Pulau Jawa, sesuai sejarah yang ada di Desa Geger (Kecamatan Geger),” jelasnya.

Soleh berpesan kepada seluruh organisasi yang mengatasnamakan Madura, lebih baik mengganti nama apabila memang tidak mampu mengevaluasi dan membimbingan anggotanya.
“Kalau memang betul-betul sudah tidak bisa diperbaiki, lebih baik dibubarkan daripada berdampak ke mana-mana. Karena efeknya ke mana-mana, menurut saya ini bukan masalah kecil,” pungkasnya. (mam)

TAGGED:
Share This Article