BANYUWANGI, sigap88news -Menikmati sore di kawasan lereng gunung dengan udara sejuk dan pemandangan yang memikat selalu punya cerita tersendiri. Terlebih jika momen tersebut dihabiskan dengan mengobrol santai bersama sang konseptor di balik layar objek wisata yang tengah naik daun saat ini.

Kesempatan berharga itu dirasakan saat berkunjung ke Wisata Tumetes yang berada di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Di tengah hiruk-pikuk pengunjung yang memadati lokasi, nampak sosok pria paruh baya dengan penampilan sederhana dan senyum yang ramah. Beliau adalah Om Tito, CEO sekaligus sosok penting di balik suksesnya Wisata Tumetes.
Jauh dari kesan formal atau kaku, Om Tito menyambut setiap tamu yang datang dengan sangat santun, penuh canda, dan terbuka. Karakter yang humble (rendah hati) ini membuat siapa saja yang mengobrol dengannya langsung merasa akrab seperti kawan lama.

Sembari memandangi view alam Paspan yang luar biasa indah dan eksotik, obrolan mengalir begitu saja ditemani secangkir Kopi Pait khas Cafe Tumetes.
”Ngopi pait di sini punya cita rasa tersendiri. Pahitnya kopi berpadu sempurna dengan sejuknya angin gunung dan hangatnya obrolan. Benar-benar sebuah kenikmatan tersembunyi yang bikin betah berlama-lama,” tutur salah satu pengunjung yang ikut dalam lingkaran obrolan santai tersebut.
Di balik konsep wisata keluarga yang modern dan kekinian, ternyata Tumetes dibangun di atas fondasi kecintaan terhadap tanah leluhur. Om Tito rupanya bukan sekadar seorang pengusaha atau CEO, melainkan juga seorang budayawan Banyuwangi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian adat dan tradisi lokal.
Dalam mengawal nafas budaya di Tumetes, Om Tito tidak sendirian. Beliau kerap bertukar pikiran dan bergerak bersama Mas Ukid, sosok yang juga dikenal aktif dalam menjaga marwah kebudayaan di Bumi Blambangan. Kombinasi pemikiran mereka berdua perlahan mulai menyuntikkan warna tersendiri pada atmosfer di kawasan Paspan.
Bagi Om Tito, mengembangkan Tumetes bukan hanya soal menghadirkan tempat rekreasi atau restoran yang ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah, tetapi juga bagaimana ruang ini bisa menjadi tempat silaturahmi, bertukar ide, dan menjaga nilai-nilai kesantunan khas masyarakat Banyuwangi.
Sikap ramah sang pemilik yang menular kepada seluruh pelayanan staf, ditambah dengan suguhan kuliner serta kopi yang otentik, membuat Wisata Tumetes Paspan berkembang menjadi destinasi yang memiliki “jiwa”. Tempat ini bukan sekadar tempat singgah untuk berfoto, melainkan ruang untuk pulang dan merasakan kehangatan keluarga.
Penasaran ingin merasakan sensasi ngopi pait sambil menikmati pemandangan indah, sekaligus merasakan langsung keramahan Om Tito dan suasana budaya yang kental? Langsung saja agendakan akhir pekan Anda ke Wisata Tumetes Paspan, Banyuwangi. (her)



