BANYUWANGI, sigap88news – Pilihan hidup untuk berpaling dari gemerlap dunia kantoran demi mengelola potensi alam terbukti berbuah manis. Itulah yang dirasakan oleh Hariyono, seorang peternak lebah madu “Tawon Ratu” asal Banyuwangi, Jawa Timur. Bersama sang istri, Ibu Andri, ia sukses membangun ekonomi keluarga dan menginspirasi banyak orang lewat ketekunannya.

Hariyono tercatat telah menggeluti dunia peternakan lebah sejak tahun 2000 silam. Selama lebih dari dua dekade, pasangan suami istri (pasutri) ini bahu-membahu masuk-keluar hutan demi merawat koloni lebah serta mengelola kebun kopi milik mereka.
Menariknya, latar belakang pendidikan tinggi yang pernah mereka kenyam di bangku kuliah tidak membuat keduanya gengsi untuk turun langsung ke lapangan. Hariyono yang di masa mudanya sempat bercita-cita menjadi seorang jurnalis, kini justru menemukan jalan hidupnya di tengah ketenangan hutan.

Setiap hari, petualangannya diisi dengan aktivitas merawat sarang-sarang lebah dan memastikan pohon-pohon kopinya tumbuh dengan baik. Keputusan matang untuk memilih jalur wirausaha berbasis alam ini terbukti menjadi keputusan terbaik dalam hidup mereka.
Dari hasil jerih payahnya memanen madu lebah ratu dan biji kopi, Hariyono tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Pendapatan dari usaha yang ditekuni secara konsisten ini bahkan berhasil mengantarkan sang buah hati menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor peternakan dan pertanian, jika dikelola dengan manajemen yang baik, mampu memberikan kesejahteraan yang sangat layak.
“Apa yang dilakukan Pak Hariyono dan Ibu Andri adalah contoh nyata. Kesabaran, ketekunan, dan keras adalah modal paling utama untuk meraih kesuksesan,” ujar salah satu kerabat dekatnya.
Di kalangan masyarakat dan tetangga sekitar, Hariyono tidak hanya dikenal sebagai sosok pengusaha yang sukses. Ia juga sangat melekat dengan citra pribadi yang cekatan dalam bekerja serta memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Ia tidak segan membagikan ilmu budidaya atau sekadar mengulurkan tangan bagi warga yang membutuhkan.
Perjalanan hidup pasutri peternak lebah asal Banyuwangi ini menjadi refleksi sekaligus inspirasi bagi kita semua. Bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari profesi mentereng di dalam gedung tinggi, melainkan dari seberapa konsisten dan tulus kita menekuni bidang yang kita cintai.(her)



