Ad image

Mafia BBM Kembali Marak di Surabaya, PT. Cahaya Pratama Energy Diduga Gunakan Dokumen Palsu

Pemred Sigap88.news
9 Views
2 Min Read

Surabaya, Sigap88News – Praktik peredaran dan perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan diduga kembali marak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Salah satu kasus yang mencuat menyasar dugaan keterlibatan PT. Cahaya Pratama Energi, yang diduga menggunakan dokumen palsu atas nama PT Pertamina (Persero) untuk mengalihkan solar bersubsidi ke pihak yang tidak berhak, yaitu pengelola Apartemen Praxis.

‎Tim Investigasi membongkar kedok PT Cahaya Pratama Energi yang nekat memperjual belikan solar bersubsidi kepada pengelola Apartemen Praxis di Jalan Sonokembang No. 4-6, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

‎Tim Investigasi menduga bahwa transaksi ini dilakukan dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) solar bersubsidi, namun tetap lebih murah dibandingkan solar non-subsidi, sehingga merugikan keuangan negara serta mengganggu ketahanan pasokan BBM bersubsidi yang seharusnya menjangkau masyarakat yang berhak.

KEPERGOK BASAH DI LAPANGAN

‎Aroma amis terendus langsung oleh tim investigasi lapangan. Sebuah truk tangki berwarna biru-putih mentereng dengan nomor polisi L 8515 UR kedapatan sedang “mengencingi” kawasan elit Apartemen Praxis dengan muatan penuh sebesar 5.000 liter.

‎Saat ditanyai oleh awak media, sang sopir tangki tanpa beban bernyanyi bahwa aksi ilegal ini diperintahkan langsung oleh seorang pria bernama Arga, yang diklaim sebagai pengelola solar resmi dari Pertamina.

‎Saat tim media melakukan klarifikasi dan konfirmasi langsung ke kantor Pertamina di Jalan Perak Barat No. 277, sebuah fakta mengejutkan menghantam telak. Pihak Pertamina menegaskan bahwa.

‎”Tidak pernah ada nama PT.Cahaya Pratama Energi yang melakukan pengisian di sana,” ungkapnya.

‎Pihak Pertamina sendiri telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah menunjuk PT. Cahaya Pratama Energi sebagai mitra penyalur BBM bersubsidi, dan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut diduga tidak sah atau palsu.

‎Hingga berita ini terbit. Praktik mafia BBM bersubsidi masih menjadi masalah yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Surabaya dan sekitarnya.(Ed/Tim investigasi)

Share This Article