
Banten, Sigap88.News – Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Kampung Nangerang, Desa Kebon Cau, Kecamatan Bojong Manik, Kabupaten Lebak, Banten, selama kurang lebih dua tahun terakhir tidak berfungsi secara maksimal karena tidak adanya tenaga medis. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat di wilayah sekitar, termasuk warga Baduy, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Lokasi Pustu tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan yang dapat menjangkau masyarakat dari empat desa, yakni Desa Kebon Cau, Desa Karang Nunggal, Desa Kanekes, dan Desa Cibarani.
Namun, tidak berfungsinya fasilitas kesehatan tersebut membuat warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis. Persoalan itu menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan Santa, warga Baduy, kepada Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, H. Karim, pada Kamis (27/08/2026).

H. Karim mengatakan, aspirasi masyarakat Baduy terkait pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius DPRD Lebak, terlebih kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Pelayanan kesehatan untuk warga Baduy yang bisa melayani dari empat desa sementara ini belum bisa dipergunakan dengan maksimal, dan bahkan tidak berfungsi,” kata H. Karim.
Menurutnya, keberadaan Pustu di Desa Kebon Cau sangat penting karena lokasinya relatif dekat dengan wilayah masyarakat Baduy. Karena itu, fasilitas tersebut dinilai perlu segera diaktifkan kembali agar dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Selama kurang lebih dua tahun Pustu di Desa Kebon Cau sudah tidak berfungsi, padahal itu sarana kesehatan untuk warga Desa Kebon Cau, Desa Karang Nunggal, Desa Cibarani, dan Desa Kanekes, Baduy yang terdekat,” ujarnya.
H. Karim mengatakan, Komisi II DPRD Lebak akan berkoordinasi dengan Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, untuk mencari solusi agar Pustu di Kebon Cau tersebut dapat kembali beroperasi.
“In syaa Allaah kami dari Komisi II DPRD Lebak akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan akan berkoordinasi juga dengan Bupati,” katanya.
Selain itu, Komisi II DPRD Lebak, juga akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pustu di Kampung Nangerang, Desa Kebon Cau, Kecamatan Bojong Manik. Peninjauan tersebut diperlukan untuk melihat kondisi fasilitas kesehatan secara langsung sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi agar pelayanan dapat kembali berjalan.
“Dari segi tenaga kesehatannya, obat-obatannya, serta alat kesehatannya, kami akan lihat sejauh mana dan apa saja yang akan menjadi pengajuan kami kepada pihak terkait,” tutur H. Karim.
Sementara itu, Santa, warga Baduy yang menyampaikan aspirasi tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi pelayanan kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, keterbatasan sarana kesehatan membuat masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membutuhkan pengobatan.
“Saya prihatin dengan warga Baduy yang akan berobat, mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh. Karena setiap warga yang sakit harus berobat ke RSUD, minimalnya ke Puskesmas yang berada di Cisimeut,” ungkap Santa.
Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan dengan cepat. Jarak yang jauh juga dapat menjadi kendala bagi warga yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Padahal, Pustu Kebon Cau memiliki posisi strategis karena dapat menjadi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat di sejumlah desa yang berada di sekitar kawasan tersebut, termasuk masyarakat Baduy yang berada di Kampung Cicakal Girang, Desa Kanekes, dan warga lainya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali Pustu tersebut, terutama dengan memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta peralatan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darma Putra, yang dihubungi melalui saluran selular, Jum’at (28/08/2026), tidak menjawab, sekalipun handphone nya dalam kondisi aktif. (***Red)



