Ad image

Rencana Demo Mahasiswa Ditolak, Ketua LSM HARIMAU DPC Lebak Tegaskan Masyarakat Jangan Mau Diadu Domba

Pemred Sigap88.news
2 Views
4 Min Read

Banten, Sigap88.News – Rencana aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar pada Ahad 30 Agustus 2026, berlokasi di Bendungan NK, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, terkait pembangunan jalan dalam Program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), sempat mendapat penolakan masyarakat yang mengatasnamakan berasal dari empat desa.

Menanggapi hal tersebut Ketua LSM Harimau DPC Kabupaten Lebak, Asep Sujana mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba hanya karena adanya aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa.

Menurut Asep, aksi demonstrasi mahasiswa tidak serta merta dapat dimaknai sebagai upaya untuk mengganggu ataupun menghambat pembangunan. Sebaliknya, demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian aspirasi sekaligus bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pembangunan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Masyarakat jangan mau diadu domba. Demo mahasiswa bukan berarti mereka anti pembangunan. Justru, mahasiswa sedang menjalankan fungsi kontrol sosial untuk memastikan pembangunan benar-benar berjalan sesuai aturan, perencanaan, kualitas, dan kebutuhan masyarakat,” ujar Asep Sujana, Ahad (30/08/2026).

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan dan pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Kritik maupun penyampaian aspirasi, kata Asep, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati selama dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Asep juga menilai bahwa apabila dalam pelaksanaan pembangunan jalan Program Bang Andra terdapat dugaan kekurangan atau ketidaksesuaian, maka hal tersebut perlu dibuka dan dibahas secara transparan.

“Demo bukan berarti anti pembangunan. Kritik bukan berarti menghambat pembangunan. Kalau pembangunan sudah sesuai aturan dan spesifikasi teknis, tentu harus kita dukung. Tetapi kalau ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian, ya harus diluruskan dan diperbaiki,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan yang menggunakan anggaran dan sumber daya publik harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan benar-benar dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Asep Sujana juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berupaya mempertentangkan mahasiswa dengan masyarakat.

“Jangan sampai mahasiswa yang sedang menyampaikan kritik justru dibenturkan dengan masyarakat. Kepentingan kita sama, yaitu menginginkan pembangunan yang berkualitas, transparan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menyikapi rencana aksi demonstrasi tersebut secara bijaksana. Pemerintah maupun pihak terkait, menurut dia, perlu memberikan ruang dialog serta menjawab setiap kritik dan pertanyaan yang disampaikan mahasiswa secara terbuka.

“Kalau ada kekurangan, mari kita luruskan. Kalau ada ketidaksesuaian, mari kita perbaiki. Kalau pembangunan sudah sesuai, mari kita dukung bersama. Jangan melihat kritik sebagai ancaman, tetapi jadikan sebagai bahan evaluasi agar pembangunan semakin baik,” ungkap Asep.

Lebih lanjut, Asep Sujana menegaskan bahwa masyarakat dan mahasiswa tidak seharusnya dipertentangkan. Keduanya memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan pembangunan berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Masyarakat jangan mau diadu domba. Mari bersama-sama mengawal pembangunan jalan Program Bang Andra. Kita dukung pembangunan, tetapi pada saat yang sama kita juga harus memastikan pembangunan tersebut dilaksanakan secara benar, transparan, berkualitas, dan sesuai dengan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

TAGGED:
Share This Article